Jumat, 26 September 2008

IKATAN (tidak jadi) DINAS

Berawal dari sebuah niat untuk keluar dari kesulitan agar dapat terus kuliah, membantu meringankan beban orang tua, Alhamdulillah aku mendapatkan Beasiswa Ikatan Dinas dari sebuah perusahaan kontraktor nasional. Ini karena aku membayangkan ...dan tentu saja ikut merasakan .....Sugguhlah sangat berat bagi Bapakku yang hanya seorang guru SD menyekolahkan kelima orang anak-anaknya.


Sungguh, aku sangat tertolong oleh beasiswa ini, karena seandainya tidak, aku mungkin bakalan tidak dapat menyelesaikan kuliah. Mungkin orangtuaku akan berupaya sekuat tenaga, tetapi hati kecilku sungguh tidak tega memaksa Bapak seperti. Mungkin semua sudah "jalan' dari Allah SWT.


Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, walau dengan IP yang mendekati ambang bawah persyaratan, aku lolos dan dinyatakan berhak memperoleh bea siswa tersebut. Penandatanganan kontrak dilakukan di kantor cabangnya Semarang, di jalan Pemuda. Lebih dari dua tahun aku tertolong, dan tiba saatnya untukku gantian mengabdi.....

Aku diwisuda pada akhir 1993, langsung melapor lewat surat. Karena cukup lama belum mendapatkan balasan, aku kemudian pergi ke kantor pusatnya di Jl TB Simatupang. Setelah beberapa kali datang ke kantor tersebut, menyaksikan banyaknya orang melamar, ada yang diantar bapaknya (seperti seorang pejabat), akhirnya oleh Manajer SDM, aku diberitahu mulai tahun depan, 1994 bergabung di Biro Operasi. Aku kemudian pulang ke rumah di Rembang, karena masih cukup waktu untuk menunggu di rumah.

Selang beberapa hari tiba di rumah, aku mendapatkan surat yang memintaku ikut melaksanakan tes seleksi pada pertengahan Desember 1993. Aku heran, bukannya aku telah mendapatkan arahan dari Manajer. Aku lebih percaya arahan Manajer, karena menurutku surat tersebut adalah kekeliruan, karena pada saat yang sama memang banyak pelamar.

Awal tahun baru 1994, di dalam bus, perjalanan ke Jakarta, untuk memulai kehidupan baruku. Hari pertama di kantor, sungguh di luar dugaan, ternyata aku tetap diminta untuk ikut seleksi oleh orang yang sama: Manajer SDM. Dan sebuah antklimaks, akhirnya.........aku dinyatakan tidak cocok bergabung dan mengabdi pada perusahaan yang telah memberikanku beasiswa. Sungguh....sampai sekarangpun aku masih penasaran.

Tidak ada komentar:

gara-gara akik

Jagoan ketigaku umurnya 8 tahun, kelas 2 Sekolah Dasar. Baru menyenangi akik yang saya beli di Martapura, sewaktu saya pulang bertugas dari ...