Rabu, 27 Januari 2010

Suka Sepakbola


DIAZ, jagoan ketigaku, tidak seperti 2 kakaknya. Hiperaktif. Didukung oleh postur tubuh yang "kiyeng": tegap,dan berotot kencang, kayaknya dia menyukai olah raga sepakbola. Di rumah senang sekali menendang bola karet yang sangat membal, ringan dan relatip tidak berbahaya. Tendangannya membentur apa saja di dalam ruangan: alamari, meja, TV, pigura, lampu bahkan sampai berpindah ke ruangan sebelahnya. Dia sudah mulai bisa mengetahui "timing" kapan saat kakinya harus ditendangkan di badan bola, agar bola ke arah yang tepat dan melesat dengan kencang.

Keterkejutanku adalah saat Diaz saya ajak bermain di halaman sekolah kakaknya. Waktu itu saatnya anak-anak SD istirahat. Yang laki-laki, seperti kebanyakan anak-anak di tempat lain, bermain sepakbola. Begitu turun dari sepeda motor, Diaz langsung berlari mengejar ke arah bola yang sedang dimainkan oleh anak-anak yang badannya jauh lebih besar. Dia tidak memperdulikan ke'kecil'annya, yang dia inginkan hanyalah menendang bola! Dia tidak tahu siapa kawan, siapa lawan, dan tidak tahu ke arah mana tendangan bola harus diarahkan. Karena di tengah-tengah pemain dengan badan yang lebih besar daripadanya, Diaz ya tidak mungkin berhasil mendapatkan kesempatan untuk menendang bola. Hanya berlari kesana, kemari...mengejar bola yang sedang di kaki anak-anak SD tersebut.

Beruntunglah, ada anak SD yang tahu keadaan tersebut, dan memberikan kesempatan kepada jagoan ketigaku untuk menendang bola. Begitu ia tendang, e masih saja dia berlari mengejar, pengin ikut bermain sepakbola........dasar anak kecil.

Tidak ada komentar:

gara-gara akik

Jagoan ketigaku umurnya 8 tahun, kelas 2 Sekolah Dasar. Baru menyenangi akik yang saya beli di Martapura, sewaktu saya pulang bertugas dari ...