Selasa, 31 Januari 2012

Berhajilah selagi Muda (06) Thowaf Qudum, Maktab

“SOC 82, Maktab 69, Nakkasah, Pondokan 1137”, itulah identitas kami, seandainya kami hilang dan ditanya dimana kami tinggal. Tulisan tersebut tertera pada pada bagian depan hotel tempat kami tinggal. Alhamdulillah. Hotel,nya tergolong masih baru, kayaknya baru pertama kali ini dipakai sebagai tempat tinggal jamaah haji. Hotel lima lantai ini dilengkapi dengan satu buah lift dengan kapasitas hanya cukup untuk lima orang saja. Kamar mandi dilengkapi dengan kloset duduk, air dingin dan panas yang masih berfungsi dengan sangat bagus. Tanda peringatan: tangga darurat, alarm kebakaran dan bahkan sprinkler air pemadam kebakaran juga tersedia.
Tiba di Maktab, malam hari, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Bandara KAAIA. Masih dalam pakaian ihram, ramai-ramai turun dari bus, membagi kelompok-kelompok kecil untuk tinggal dalam satu kamar di maktab. Berbenah sebentar, mandi, dan istirahat, rombongan kemudian bersiap-siap melaksanakan thowaf Qudum. Kira-kira jam 01.00 dinihari, rombongan kami berangkat menuju Masjidilharam dengan berjalan kaki. Pemilihan waktu dinihari, dengan alasan untuk menghindari terik matahari dan sesaknya jamaah haji di siang hari. Subahanallah.......ketika thowaf itulah: antara percaya dan tidak, bagaikan mimpi: Saya ternyata bisa menunaikan panggilan suci, atas karunia Allah SWT. Tak kuasa menahan rasa bahagia: bercucuranlah air mataku. Alhamdulillah, Labbaika Allahumma labbakika, labbaika laa syarika laka labbaika......



Hari pertama di Maktab kami membenahi ruangan: mengatur tempat masak, sambungan listrik, tempat cuci pakaian, jemuran, belanja alat dapur yang tidak bisa kami bawa (seperti kompor, pisau, dll) dan pengumpulan iuran bersama.






Soal bahan makanan (sembako) tidak masalah. Karena tepat di belakang hotel ini adalah pasar tradisional: segala macam sayur-sayuran, buah-buahan, sembako, ikan segar, daging bahkan pinang sirih pun banyak yang jual Jarak lurus maktab ini ke Masjidil Haram di peta google adalah 2,8 km, katakanlah kalau dibulatkan menjadi 3 km. Dari maktab kita cukup berjalan lurus mengikuti jalan Ibrahim alKhaleed maka kita akan sampai ke masjidil haram lewat hotel Darut Tawhid, cukup mudah, tidak perlu belak-belok, cukup jauh kalau berjalan kaki. Pergi pulang 6 km, ditambah jalan saat thowaf dan sa’i, totalnya kira-kira 10 km!
Sore, sehabis masak bersama, dan setelah sholat ashar, adalah waktu yang tepat untuk jalan kaki menuju masjidil haram untuk menunaikan sholat berjamaah. Bisa pulang setelah sholat Isya' atau bahkan pulang stelah sholat Shubuh esok harinya.

Tidak ada komentar:

gara-gara akik

Jagoan ketigaku umurnya 8 tahun, kelas 2 Sekolah Dasar. Baru menyenangi akik yang saya beli di Martapura, sewaktu saya pulang bertugas dari ...