Senin, 26 Oktober 2009

aSEPpE tidak aDA


Sejak kecil aku sudah terbiasa naik sepeda. Mulai dari SD, SMP, SMA, kulias S1, S2, sampai saat bekerja sekarang ini. Sayangnya sepeda ksayanganku hilang dicuri saat ku masih SD. Kenangan di SMP, aku kecelakaan naik sepeda dengan menabrak tebok sampai "garpu' sepedaku bengkok. Paling parah dan menyakitkan adalah sewaktu aku masih di SMA. Saat liburan semesteran tiba, aku pulang dari Rembang menuju ke C2N dengan naik sepeda. Jarak yang harus kutempuh kurang lebih 30 KM, sendirian.

Waktu itu kondisi jalan masih jelek, banyak lubang di sana sini. Sat tba di puncak tanjakan yang berbelok, aku ditabrak sepeda motor dari belakang. Mungkin untuk menghindari lubang, sepeda motor tersebut mengorbankanku dengan cara menabrak. Yang mengejutkan: pengemudinya adalah temanku sewaktu SMP. Sepedaku rusak parah, tak bisa kukayuh kembali. Temanku berjanji akan kembali menjemputku, setelah dia terlebih dulu memperbaiki sepeda motornya yang hanya menderita kerusakan kecil..........Kusempatkan tuk menunggunya. Lamaaaaaaaaaa tiada muncul, terpaksa aku panggul sepedaku sambil jalan mencari tempar reparasi. Di tengah jalan, beruntung ada orang yang berbaik hati memboncengkanku, sambil tetap kupanggul sepeda, sampai di tempat reparasi.

Akhirnya, setelah menunggu beberapa lama, aku dapat meneruskan perjalananku untuk pulang ke rumah. Sampai sekarang ku tak pernah lagi bertemu dengan teman yang telah menabrak dan meninggalkanku tersebut. Andai bertemu..........?

Tidak ada komentar:

gara-gara akik

Jagoan ketigaku umurnya 8 tahun, kelas 2 Sekolah Dasar. Baru menyenangi akik yang saya beli di Martapura, sewaktu saya pulang bertugas dari ...